Jangan Percaya Dengan Ngobrol Sepuasnya

ini lah akibat buruk yang terjadi karena mempercayai iklan. Ngobrol sepuasnya yang diobral oleh operator seluler tertentu dan perang tarif antara operator seluler ternyata menumbalkan konsumen. Sebagai konsumen saya merasa dirugikan, secara materil, dan waktu akibat mempercayai ngobrol sepuasnya. Mungkin tidak semua konsumen merasa dirugikan seperti saya tapi saya juga konsumen dan mempunyai hak untuk tidak puas dan marah akibat pelayanan yang menurut saya “sangat menipu”.

Awal kejadiannya adalah beberapa minggu yang lalu. Akibat adanya iklan yang menggiurkan untuk bicara sepuasnya hanya dengan beberapa ratus rupiah, saya sangat senang, maklum anak Kos, jauh dari rumah dan sangat membutuhkan bicara dengan orang rumah. Tanpa basa-basi-bas*ng saya pun memburu kartu perdana yang warnanya merah itu. Saya agak kesal karena begitu selesai diregistrasi kok tidak bisa langsung dipakai. Akhirnya saya bersabar dan baru bisa dipakai besoknya. It’s Ok…yang penting bisa ngobrol sepuasnya.

Setelah saya coba untuk menelp sanak saudara nun jauh disana yang saya rindukan hingga tak tertahankan. Kok signalnya bosok. It’s Ok yang penting masih bisa denger dan bisa ngobrol sepuasnya, masih terima-terima aja. Eh..taunya…setelah beberapa menit belum sampai 10 nenit tuh telpon mati sendiri, trus setelah di cek kok pulsanya habis 1800. It’s ok, mungkin signalnya kurang bagus kali ye..

Dicoba untuk yang ke 2 kalinya…..weeeee…ternyata lebih parah….HANYA 2 MENIT 24 DETIK TELP GUE MATI NDIRI trus pulsa gue habis 3600 dalam 2 kali telp yang gak sampe 10 menit…

Seharang…mana 600 sepuasnya?gak puas aja dah hilang 3600…apa lagi sepuasnya….

POKOKNYA JANGAN PERCAYA AMA TARIF TELP YANG NGOBROL SEPUASNYA…..

ITU ASLI PENIPUAN…..

Iklan

6 responses to “Jangan Percaya Dengan Ngobrol Sepuasnya

  1. Ngobrol sepuasnya itu maksudnya sambil pegang HP (begaya) ngobrol dengan teman sepuasnya. Bertatap muka maksudnya. BUKAN di HP. 😛
    Itu mungkin maunya …………..

  2. Kan di sana nggak ditulis siapa yang puas, yang penting kan sepuasnya. Bisa jadi sepuasnya si operator bukan konsumennya. Jadi nggak penting apakah konsumen belum puas, yang penting sepuas-puasnya operator ngerjain konsumennya! :mrgreen:

  3. puas itu apa seh ang

  4. Ping-balik: Kentut Sepuas-Puasnya! « Spektrum Pemikiranku

  5. weh…ternyata nasib kita sama (T_T)’
    pake XL ato M3 sama aja…

  6. @djunaedird : bisa jadi seperti itu 😀

    @Yari NK : iya tuh operator puas ndiri aje…hehe

    @Rizki : puas tu kalo kamu make produkna kamu gak ada komplen…

    @ashardi : kita betul2 tertipu 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s