Tambora Vs Visuvius II

Tahun 1815 dipulau Sumbawa, Indonesia, Gunung Tambora meletus memuntahkan batu 20 kali lebih banyak dari pada letusan gunung Visuvius tahun 79 SM. Abu dan batu super panas mengubur segalangya, termasuk kerajaan Tambora. Korban tewas 92.000 jiwa. Awan abu setinggi 43 KM yang tertiup angin meredupkan sinar matahari. Panen diseantero dunia pun gagal. Sebagian Sumbawa menjadi tak berpenghuni selama puluhan tahun. Kota tambora terlupakan hingga penduduk lokal hingga pada era 1970 an menemukan artefak di wilayah yang dibuka pembalak. Dengan gelombang radar yang menembus lapisan tanah, ahli vulkanologi Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island menemukan tiga rumah panggung di dalam lapisan abu sedalam 3 meter, tubuh manusia, serta benda yang menunjukan kekayaan yang mencengangkan, juga pot keramik yang masih utuh. (sumber: National Geographic Indonesia, edisi Maret 2008).

Menyambung dari pendapat pak Dahlan Abubakar tentang peringatan letusan Gunung Tambora, kalau menurut saya, peringatan apa lagi dengan hal yang aneh-aneh menurut saya tidak perlu, yang diperlukan hanyalah berdoa dan punya kesadaran terhadap lingkungan agar Tuhan tidak menurunkan bencana yang mengerikan seperti itu lagi, apa lagi tujuan peringatan itu adalah untuk komersial karena yang namanya musibah harus direnungkan mengapa itu terjadi.

Bila sifatnya komersial, yang dijual bukan peringatannya yang terpenting bagaimana menjadikan Tambora menjadi salah satu objek wisata yang memuat tentang keindahan alam, budaya, dan sejarah dan bagaimana menyampaikan sejarah yang terlupakan ini kepada bangsa Indonesia umumnya atau masyarakat Dompu-Bima khususnya karena sebenarnya sangat banyak dari orang-orang Dompu Bima yang tidak tahu bahwa Tambora pernah mengamuk dengan sangar.

Iklan

4 responses to “Tambora Vs Visuvius II

  1. Pertamax.

    Loh, bukannya banyak yang tahu?

  2. Petik saja pelajaran dari masa lampau bahwasannya Tambora bisa jadi meletus lagi, bahkan mungkin lebih dahsyat lagi walaupun kita semua sangat sangat tidak mengharapkannya.

    Ilmu pengetahuan semakin maju, mudah2an berbekal pengetahuan dan teknologi kini, ledakan dapat diprediksikan dan jatuhnya korban dapat diminimalisir walaupun mungkin ledakan tidak dapat dicegah, bukankah begitu? 😀

  3. Tambora memang mencatatkan rekor tersendiri dalam sejarah. dengan letusan yang sampai mengganggu siklus musim di benua eropa, dan menjadi gunung berapi dengan diameter kawah terbesar di dunia, Tambora seharusnya menjadi potensi pariwisata dunia. Hanya saja promosi dan akses ke sana yang menurut saya belum layak untuk mengangkat tambora sekaligus taraf kehidupan masyarakat di daerah sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s