Mahasiswa 2

cerita ini cuma fiktif 

seperti layaknya mahasiswa semester 5 yang lain, tradisi dijurusan kuharus membuat proposal kerja praktek, diajukan diperusahaan lalu menjalani pengambilan data selama satu bulan. Aku pun terpaksa, mau tidak mau dan harus melakukan hal itu juga. Bobot 4 sks yang menyihirku untuk melakukan itu. kalau tidak, tidak lulus. Tidak ada tawar menawar lagi.

Tidak mudah untuk mendapatkan perusahaan tempat kerja praktek. pengalaman terakhir ku sudah dua perusahaan menolak ku, hal itu cukup menjengkelkan karena aku harus membuat proposal yang ketiga. Harus bolak-balik nyari tanda-tangan, harus ketemu orang-orang bagian pendidikan. bolak-balik, mondar mandir dan tak jarang dosen yang kucari tidak ada ditempat. Deposito kesabaranku terkuras dan hampir defisit. Harus kah dikredit dari orang lain? Tidak mungkin. Yang pasti pengalaman ku ini membuatku untuk pandai merencanakan inventori kesabaran, bila stok habis ada cadangannya. Hah…..itu cuma hayalan tingkat menengah orang-orang stres. aku berharap aku tidak termasuk.

Laporan ketiga ku selesai. siap untuk dimintai tanda-tangan. siap menelusuri lorong, naik-turun lift, bolak-balik untuk mendapatkan coretan sakti yang tidak berpola yang tidak aku mengerti. kadang aku berpikir, kenapa coretan yang tidak berpola dan berseni seperti tanda-tangan bisa sangat berharga. Aku tak mengerti. Aku pernah melihat orang bersedian membayar jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan tanda tangan. Benar-benar sakti.

Sesuai dengan rencana awal. Karena tidak punya printer pribadi, aku harus mencetak proposal ku itu dirental. Diiringi lagu samson, kisah tak sempurna yang diputar disental komputer aku sedikit bisa tenang walau pun menghadapi pentium 3 yang lelet kadang hang, dan buka dokumenku saja perlu waktu yang agak lama. Enter……proposal ku siap di cetak dan karena agak banyak lagi-lagi harus menunggu. Pekerjaan paling membosannka sedunian.

Ok, sekarang semua selesai, “i was born to love you, with every………..” kunyanyikan sambil berkendara. Persetan orang menganggap ku aneh. toh aku sudah sering berteriak menyanyikan lagu “butterfly nya digimon sambil teriak dijalan bersama teman q yang juga rada aneh. Cuek azzzza.

Sekarang sudah siap. Disiang yang cerah, terang benderang, beraurakan kedamaian, aku melangkah menaiki anak tangga, dengan ATP yang pas-pasan, maklum belum sarapan. Tak sempat ku menghitung anak tangga, karena aku kepikiran terus berpikir apakah aku akan dapat tanda tangan hari ini?. Terserahlah…yang penting coba dulu.

Aku sampai didepan ruangan keramat. Ruangan para petinggi jurusan, ruangan orang-orang pintar yang semua bertitel DR, ruangan orang-orang yang paling dihormati dijurusan, ruangan bapak-bapak mahasiswa. Mau tidak mau kalau masuk ruangan ini aku harus tersenyum. Aku terkenal dengan mahasiswa yang pelit senyum, begitu teman-teman menilai ku. Tapi aku rasa setiap bertemu aku selalu senyum, mungkin bagi mereka senyum ku kurang.

Aku masuk keruangn itu dengan melebarkan sedikit bibir hingga gigi seri ku keliatan, kusebut itu senyum. ku tahan agak lama. “bapak ketua jurusanya ad, pak?” kutanya pegawai sambil tersenyum, rahangku agak ngilu karena senyumku terlalu lebar.”ada dek, ada perlu apa?”. “saya mau minta tanda-tangan pak”. “masuk aja dek”. aku pun melangkah ke salahsatu ruangan yang ada ditengah, disana bertuliskan “Ketua Jurusan Dr. Ir Jack, M.Si”.

“Selamat siang, pak”sapa ku ramah. “Siang dek, ada apa?” tanya beliau ramah. Beliau memang terkenal ramah dan akrab dengan mahasiswa. Tapi nilai ujian yang diberikannya tidak seramah dirinya. Mungkin karena mahasiswa juga gak ramah waktu mengerjakan soal ujian, banyak kesalahan sehingga nilai mereka juga gak ramah, termasuk nilai ku.

“Maaf pak, saya mau minta tanda tangan proposal jatek”.
“Coba saya liat” beliau melihat dengan pendu senyum dihalaman pertama, maklum halaman pendahuluan. Dihalaman itu ku kerahkan semua kemampuanku untuk mengarang. aku membuat latarbelakang yang bagus dengan kata-kata sederhana tapi rapi dan memukau. aku menghabiskan waktu semalaman untuk menyelesaikan bagian itu. Aku tidak mau kalau aku ditolak untuk ke 3 kalinya. Aku bosan buat proposal lagi, pokoknya kali ini harus berhasil. Begitu gumam ku dalam hati. melihat beliau tersenyum aku jadi lega.

Halaman-demi halaman pun dibuka. Yang aku tunggu sebenarnya bukan senyuman. Tapi coretan yang tak berpola yang dibubuhkan diatas nama terangnya. Aku butuh tanda-tangan secepatnya karena akan segera aku kirim via pos. Takut tidak ada waktu lagi.

Akhirnya sampi dihalaman terakhir yang hanya berisi nama beliau. Aku penasaran kenapa belia hanya diam. Kenapa lama kelamaan muka beliau merah, apa kah beliau sakit?atau belum minum obat?. Semakin lama, semakin aneh saja. Ada apa nih, muka yang tadinya senyum berubah menjadi aneh dan aneh sekali.

“BUKAN BEGINI CARANYA DEK” nada bicara beliau aneh, mengeluarkan aura yang mengerikan, aku berani bertaruh, aura itu lebih dahsyat dari aura kyo si mata iblis. Bukan aura kebencian, tapi aura yang aneh. Aku kaget bukan kepalang, apa salah ku, ada apa ini, apa ada masyalah dengan lembar terakhir?tidak mungkin dilembar terakhir tidak mungkin ada yang salah, dilembar terakhir tidak banyak tulisan. apa ini?

“maksud bapak?” aku mengeluarkan suara pelan, nyali ku ciut, aku tak berani menatap mata orang pintar itu.
“APA INI, KAMU LIAT LAGI”
Badan ku seperti di timpuk martil, tulang ku seperti rontok dan aku tidak berdaya, kepala ku pusing karena kaget luarbiasa. Napas ku tersendat bahkan aku tidak berani menarik napas. Hari yang cerah bagai mendung, bagai es menyelimuti tubuh ku. Aku kaku. Mata ku hampir copot melihat tulisan itu. Apa ini, kenapa begini?Mau disembunyikan dimana muka ini.

Aku malu karena salah ketik, lebih tepatnya kurang teliti, lebih tepatnya ceroboh, lebih tepatnya sial, dan lebih tepatnya………..sialan. Aku tak menyangka, aku tidak megoreksi halaman terakhir itu, halaman yang hanya berisi nama, aku sepelekan. Aku menanggung malu karena hal itu. Berulang kali aku minta maaf sebelum meninggalkan ruangan. Proposal ke 3 ku gagal dikirim hari itu, proposal ketiga ku tak dapat tanda tangan, proposal ketiga ku diulang lagi, hanya karena halaman terakhir, hanya karena lembar terakhir………hanya karena salah ketik. Hanya karena kecerobohan ku yang hanya menuliskan gelar S1 pada nama doktor tersebut, doktor yang sebentarlagi akan menjadi profesor, doktor yang paling dihormati itu. Proposal ketigaku gagal dikirim………

Iklan

10 responses to “Mahasiswa 2

  1. Saya yakin proposal gagal karna ejaan yang dipakek berantakan.

    Coba sekalian dicek ejaan tulisan ente, hib.
    😀

  2. mungkin juga….
    tapi proposal ama tulisan blog beda, proposal ane lbh teliti
    😀

  3. emang nama beliau salah ketik jadi nama apaan seh? 😀

  4. Ang! aku ujian 8 Pebruary 2008! Pas Hari Libur! Mumet mikir perijinan Ruang ndhes!

  5. Wowwwwwwwwwwwwwwwwwwwww

    Alowwwwwwwwwwwwwww
    Testtttttttt

  6. gak baca saking panjangnya cuman asal coment…..
    proposal gak keterima??? so what gitu lho!!!!! baru juga kuliah semester 5 tar kalo udah 7 taon kuliah gak lulus-lulus baru pusing!!! huhuhuhuhuhu!!! =)))

  7. Tapi kan akhirnya lu berangkat jatek juga, gw baru berangkat bulan april euy,,masi nunggu lama…ampunn dah,,mana sp mau kkn juga….kenapa kita harus kuliah capek capek yak… ^^

  8. ku cuma mau bicarain tentang deposit kesabaran…
    enak khan latihan kesabaran.
    deposit emangnya kamu pernah nabung kesabaran ok…
    slamat jatek lho
    kami tunggu kedatanganmu dijogja yang ngangenin
    hehehe…
    keep smile pren

  9. wah…
    ndut…..
    gmn jogja….
    jogja mang ngagenin….he…

  10. emang kmu jatek kurang brapa hari…
    udah dapet apa aza
    dicritain juga dong…
    besok kkn bareng lho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s