Pendekatan parsial VS Pendekatan sistem

Analisa sistem, mata kuliah yang  diambil  disemester lima memberikan suatu pola pikir yang baru dan pola pikir tersebut sangat bermanfaat untuk menganalisa sesuatu ataupun dalam penganmbilan keputusan. Dalam analisa sistem kita diajarkan bagai mana berpikir secara sistem bukan secara parsial.

Pendekatan parsial biasanya memiliki kerangka berpikir bagaimana menyelesaikan masalah dengan melihat penyebab masalah tersebut dan tidak melihat suatu masalah secara sistem (secara keseluruhan dan menganalisa komponen yang ada). Pendekatan parsial biasanya sering dilakukan oleh orang-orang pemerintahan. Contohnya mereka sering membantu UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan memberikan modal usaha karena menurut mereka modal adalah masalah utama dalam UKM tapi mereka tidak pernah menganalisa semua pelaku yang ada.

Berbeda dengan kerangka berpikir sistem. Pendekatan sistem sering melihat sesuatu sebagai sistem dengan menganalisa komponen-komponen yang ada dalam sistem menganalisa kebutuhan setiap komponen dan menganalisa keterkaitan antara kebutuhan tersebut apakah saling mendukung atau berlawanan.

Seperti contoh UKM diatas, apabila melakukan dengan pendekatan sistem, yang terlebih dahulu kita melihat komponen yang ada dalam sistem UKM tersebut contohnya ada pengusaha, ada konsumen, ada bahan baku, ada pemerintah, pekerja, lembaga keuangn dll (intinya yang berpengaruh terhadap UKM). Dari pelaku tersebut dianalisa kebutuhannya dan keterkaitan antar kebutuhannya. Dari situ dapat dilihat bahwa biasanya UKM tidak hanya membutuhkan modal tetapi juga ketersediaan pasar, bahan baku dan lainya. Kalau hanya cuma modal tapi tanpa pasar dan bahan baku UKM tidak akan bisa berkembang.

Sekilas perbedaan pemikiran parsial dan pemikiran sistem seperti diatas. Tinggal bagai mana cara mengembangkannya dan memjadikannya panduan dalam pennyelesaian masalah.

Iklan

7 responses to “Pendekatan parsial VS Pendekatan sistem

  1. Pendekatan parsial biasanya dilakukan untuk menghemat dana dan waktu alias mencakup efesiensi walaupun tentu hasilnya tidak sebagus pendekatan sistemik atau mungkin pendekatan parsial dilakukan setelah mengetahui bahwa banyak variabel dari suatu sistem yg tidak (banyak) berubah walaupun kenyataannya mungkin ada satu dua yang sudah berubah. 😀

  2. Black: pengembangannya setelah melakukan analisa kebutuhan trus buat lup sebab akibatnya trus lebih lanjut dapat disimulasikan dengan membuat software penyelesaian dengan variabel yang telah didapat………begitu kira2

    mas yari :terimakasi tambahannya….
    😀

  3. Adoh aang, tolong bahasa yang bisa dimenegerti sama anak yang tidak tamat sma macam saya…

  4. Sekadar menambah,
    Pendekatan sistem dan pendekatan parsial (reductionist) adalah dua pendekatan yg saling melengkapi.

    Pendekatan sistem biasanya digunakan untuk melihat gambaran besarnya [helicopter view, the forest] sementara reductionist lebih digunakan untuk melihat detail operasionalnya [the trees].

    Saat memadamkan kebakaran hutan, maka kita akan sibuk dengan cara pemadaman yg efisien, sibuk mencari sumber air, peralatan pemadaman, dll ~ reductionist. Namun, sewaktu-waktu kita juga perlu naik helikopter, melihat kebakaran tsb dalam gambaran besar, interaksi antara arah kebakaran dengan kemungkinan bahaya untuk penduduk secara umum, dst ~ helicopter view.

    wassalam
    boed | http://budihartono.wordpress.com/

  5. Katanya Artis Marissa Haque dari IPB juga menjadi S3 lulus Doktor ahli sistem yah gosipnya?

  6. Wawancara Mbak Marissa Haque kemarin di Tegar TV Bandar Lampung: Hal ini belum termasuk tingkat kematian ibu melahirkan dikarenakan persediaan sarana kesehatan yang sangat jauh dibawah stadar kelayakan! Gizi buruk yang sangat tinggi serta kasus berbagai macam cacingan anak dan balita. Dimana pemimpin Lampung Selatan selama ini? Wilayah Lamsel seperti tidak pernah ada yang mengurus sama sekali. Sementara sang mantan Bupati lalu Pak Wendy Melfa kemana-mana saya saksikan beberapa kali naik kendaraan Hammer seharga hampir Rp 2 Milyar dan dalam 2 (dua) tahun masa pemerintahan sebagai incumbent telah berhasil memiliki lahan sawit seluas minimal 200 hektar! Ya Allaaaaah… nggak di Prov Banten, nggak di Kabupaten Lampung Selatan… sami mawoooon!!! Allahu Akbar! Kita belum merdeka!!!
    3 Juli 2010 08:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s