Industri pangan merupakan industri yang merubah input dari hasil pertanian berupa produk pangan menjadi produk pangan yang bernilai tambah dan dapat diterima oleh konsumen. Industri pangan memegang peranan penting dalam memasok kebutuhan pangan suatu daerah serta meningkatkan perekonomian masnyarakat.
Di Indonesia, industri pangan sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mengeluarkan hasil risetnya pada tahun 2004 bahwa sumbangsih perdagangan dalam negeri banyak diperankan oleh UKM. Dari seluruh produksi UKM yang sebesar Rp 1.107,54 triliun, sekitar Rp 439,86 triliun atau 39,72 persennya berasal dari nilai produksi yang diberikan UKM berbasis pangan. Jadi, sudah seharusnya perhatian tertuju pada kekuatan UKM dalam membangun ketahanan pangan di Indonesia.
Dunia umumnya dan Bangsa Indonesia khususnya saat ini sedang dilanda oleh kenaikan harga pangan. Menurut penelitian The Economic Research Service di AS yang dipublikasikan majalah Amber Waves terbitan 1 Februari 2008, fenomena global faktor penyebab naiknya harga pangan adalah: pertama, karena lebih banyak penduduk yang mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih; dan kedua, karena beberapa komoditi pangan digunakan sebagai bahan bakar.
Hal yang paling ditakutkan adalah kenaikan harga pangan yang terjadi saat ini dapat mempengaruhi stabilitas produksi industri pangan di Indonesia mengingat bahan baku industri pangan mengalami kenaikan. Apabila hal tersebut terjadi maka dapat mempengaruhi suplai produk pangan dari industri ke konsumen baik kuantas maupun kualitasnya.
Bila stabilitas industri pangan di Indonesia menurun akibat kenaikan harga pangan maka dapat mengakibatkan penurunan pasokan produk makanan olahan serta dapat meningkatkan harga produk. Bila pasokan produk pangan rendah akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan daerah.
Kategori: agroindustri · opini
Begitu maraknya perang tarif antara operator seluler saat ini dan membuat saya sebagai konsumen bingung antara bingung memilih yang benar atau memilih yang murah binggung apa kah ini serius?. Artikel ini hanya merupakan opini dari konsumen yang merasa resah dengan adanya perang tarif.
Pada semua industri apakah manufaktur atau industri jasa pasti menitik beratkan mada fungsi operasi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen baik itu dalam hal mutu, harga, kecepatan pelayanan atau hal lain yang berhubungan dengan peningkatan service level.
Mari kita mengkaji tentang perang tarif yang terjadi saat ini. perang tarif sesuai dengan yang saya amati (kalo gak setuju silahkan komen
) merupakan usaha bagi para operator seluler untuk mencari konsumen sebanyak-banyaknya dengan menurunkan tarif bicara atau bonus2 lain sampai pada yang paling ekstrim adalah telpon sepuasnya.
Hal yang perlu dipertanyakan :
1. Bila terjadi penurunan harga, pasti ada efisiensi atau pengorbanan terten tu yang dilakukan, apa itu?
2. Apakah mencari konsumen sebanyak-banyaknya merupakan tujuan utama ataukah loyalitas konsumen menjadi hal utama?
untuk no 1 :
dari hasil analisa saya, selain adanya efisiensi cost yang dilakukan untuk memurahkan harga, pelaku usaha juga menurunkan mutu pelayanan atau mutu produknya. Hal ini bisa dirasakan sendiri bila anda menggunakan produk tersebut dimana pelayanan atau kualitas berubah dari biasanya, biasanya telponnya lancar sekarang agak sendat-sendat, biasanya signalnya bagus sekarang jadi rusak dan masih banyak lagi dan hal tersebut membuat cost konsumen terjarah sangat banyak.
untuk no 2 :
Jelas bahwa kalau industri tersebut berorientasi jangka pendek maka tujuan utama adalah konsumen sebanyak-banyaknya tapi kalau orientasi jangka panjang pasti orientasi loyalitas konsumen. Tapi apakah operator seluler itu jangka pendek, mungkin iya mungkin tidak. Jika harga rendah dan mutu bagus mungkin akan disukai konsumen. Tapi apakah harga rendah yang ada sekarang bermutu bagus?
Jika konsumen terus dipermainkan karena adanya perang harga yang terus-menerus maka lama2 konsumen juga akan muak dan merugikan kedua belah pihak.
Kami menyambut baik adanya rencama penyamaan tarif oleh pemerintah. Kami berharap pemerintah menjadi regulator yang baik dan bisa melihat sisi optimal untuk kemanfaatan produsen maupun konsumen.
Kategori: conan dole's word · opini
Tagged: opini