conclusion

Entries categorized as ‘Indonesia’

Jangan Percaya Dengan Ngobrol Sepuasnya

April 15, 2008 · 6 Komentar

ini lah akibat buruk yang terjadi karena mempercayai iklan. Ngobrol sepuasnya yang diobral oleh operator seluler tertentu dan perang tarif antara operator seluler ternyata menumbalkan konsumen. Sebagai konsumen saya merasa dirugikan, secara materil, dan waktu akibat mempercayai ngobrol sepuasnya. Mungkin tidak semua konsumen merasa dirugikan seperti saya tapi saya juga konsumen dan mempunyai hak untuk tidak puas dan marah akibat pelayanan yang menurut saya “sangat menipu”.

Awal kejadiannya adalah beberapa minggu yang lalu. Akibat adanya iklan yang menggiurkan untuk bicara sepuasnya hanya dengan beberapa ratus rupiah, saya sangat senang, maklum anak Kos, jauh dari rumah dan sangat membutuhkan bicara dengan orang rumah. Tanpa basa-basi-bas*ng saya pun memburu kartu perdana yang warnanya merah itu. Saya agak kesal karena begitu selesai diregistrasi kok tidak bisa langsung dipakai. Akhirnya saya bersabar dan baru bisa dipakai besoknya. It’s Ok…yang penting bisa ngobrol sepuasnya.

Setelah saya coba untuk menelp sanak saudara nun jauh disana yang saya rindukan hingga tak tertahankan. Kok signalnya bosok. It’s Ok yang penting masih bisa denger dan bisa ngobrol sepuasnya, masih terima-terima aja. Eh..taunya…setelah beberapa menit belum sampai 10 nenit tuh telpon mati sendiri, trus setelah di cek kok pulsanya habis 1800. It’s ok, mungkin signalnya kurang bagus kali ye..

Dicoba untuk yang ke 2 kalinya…..weeeee…ternyata lebih parah….HANYA 2 MENIT 24 DETIK TELP GUE MATI NDIRI trus pulsa gue habis 3600 dalam 2 kali telp yang gak sampe 10 menit…

Seharang…mana 600 sepuasnya?gak puas aja dah hilang 3600…apa lagi sepuasnya….

POKOKNYA JANGAN PERCAYA AMA TARIF TELP YANG NGOBROL SEPUASNYA…..

ITU ASLI PENIPUAN…..

Kategori: Indonesia · cerita · conan dole's word · pemikiran

Ngayogyakarta Never Ending Asia

Maret 27, 2008 · 9 Komentar

Mengintip jogja dari hasil jepretan sederhana.

kala malam
Jogja kala malam
kraton
Keraton
monumen 11 maret
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan
musium.jpg
Benteng bagian dalam
BI
Bank Indonesia
Bank 46 & kantor pos

Kategori: Indonesia · fotografi · hot · jogja

persahabatan monyet

Maret 20, 2008 · 7 Komentar

persahabatan monyet

Kategori: Indonesia · fotografi · iseng-iseng aja

Mendung Indonesia

Maret 19, 2008 · 2 Komentar

tak pernah hilang

Mendung menyapa Indonesia sudah lama. Habis gelap terbit terang lalu gelap lagi itu sudah biasa. Mendung tidak hanya hinggap di atap ibu pertwi tapi juga bersemayam diraut muka penghuni rumah.

Gambar diatas merupakan kiasan alam dari Yang Maha Pencipta mendung bahwa itu adalah ironi dari langit betapa muramnya wajah yang indah dan kita mesti sadar mengung Indonesia takkan berlalu tanpa perjuangan dan kejujuran.

Kategori: Indonesia · fotografi · pemikiran

Sangat Beruntung Bisa Sekolah Dengan Uang Ortu

Agustus 31, 2007 · 7 Komentar

Memang sangat beruntung….!!!termasuk saya. Dan saya bersyukur karena masih bisa sekolah. Mungkin yang baca artikel ini juga saya sarankan untuk bersyukur kalau anda masih bisa sekolah dengan biaya orang tua.

Ini memang masalah klasik bahwa masih ada yang nggak bisa sekolah di negeri kita ini, tetapi walaupun merupakan masalah klasik, masalah ini belum terpecahkan hingga saat ini. ok..lah..sekarang saya tak akan menulis banyak kenapa?bagaimana?siapa yang bertanggungjawab? yang saya ceritakan sekarang, tentang pengalaman saya bertemu dengan seorang anak…itu saja.

Malam itu, udara dingin menusuk tulang rusuk ku yang memang kurus. Bengan EA ku yang sangat sangat setia dan ditemani oleh seorang teman, aku menyempatkan diri jalan-jalan diseputaran kota yang memang lagi ramai2nya. Asap kendaraan yang karena malam tidak kelihatan tapi dapat dirasakan betapa sumpeknya polusi yang di hibahkannya ke paru2 ku.

Disebuah perempatan terlihat seorang anak usia belasan, sambil menundukan kepala melintas diantara keramaian kendaraan yang berhenti mengadahkan tangan sedang meminta belas kasih. Tidak ada keahlian & tidak ada jasa yang dia tawarkan yang dia andalkan hanya kedua belah tangan yang seharusnya tidak lazim digunakan seperti itu menurut pendapat orang-orang strata menengah keatas. Wajahnya galau entah karena apa, atau karena siapa. Waktu bermain hanya bisa dilalui di perempatan, sendiri tanpa ada teman main.

Setelah beberapa saat, dengan sedikit memutar ke kiri EA ku dan aku mengistirahatkannya sebentar. Aku dan teman ku menghampiri anak tadi yang ternyata bernama Deni. Tujuannya sih cuma pengen ngobrol-ngobrol sanbil sedikit bercanda. Setelah sedikit basa-basi kecil2lan akhirnya obrolan kami agak sedikit mendalam tentang keluarga, sekolah, dllnya si deni.

Diatas saya sudah menghimbau, kalau anda masih sekolah & memakai duit orang tua, banyak-banyak lah bersyukur. Karena masih banyak saudara kita yang karena biaya sekolah, rela turun ke jalan untuk minta-minta. Contohnya si Deni.

Deni masih sekolah, SMP kelas 2, masuk 10 besar ranking di kelasnya, harus menepis “harga diri” yang selalu di banggakan oleh orang2 demi mendapatkan receh. Selepas sekolah, PR nya terlebih dahulu di selesaikan dan dengan perjalanan yang jauh dari rumah dia nongkrong di tepi perempatan untuk mendapatkan uang. Untuk nambah uang sekolah, untuk bantu orang tuan & mungkin juga untuk dia bagikan ke adeknya yang masih SD.

Keluarganya memang tergolong keluarga yang berpenghasilan rendah. Dia memilih berinisiatif mencari tambahan penghasilan dengan mengemis, melap motor yang lewat demi mempertahankan hidup, bertahan sekolah melanjutkan cita-cita yang mungkin dia sendiri ragu apakah cita2nya itu bisa di wujudkan atau tidak dengan kondisinya saat ini.

Jadi bersyukurlah yang masih bisa sekolah dengan tenang tanpa memikirkan biaya.

Kategori: Indonesia

Riky anak perempatan

Agustus 17, 2007 · 7 Komentar

Riky lagi bercanda

Riky lagi bekerja

Perhatikanlah dua gambar di atas. Gambar diatas saya ambil kira-kira pukul 10 malam disebuah perempatan di jogja. Waktu itu iseng-iseng aja hunting gambar ama teman sekalian belajar jepret-jepret.

Sempat terlintas pertanyaan dibenak saya waktu gambar tersebut saya ambil. Jam 10 malam, mereka masih bekerja meminta belas kasih para pengendara yang lewat dengan menjual jasa nge-lap motor, untuk siapa? Kalau untuk diri mereka sendiri, tidak seharusnya mereka melakukan itu, di mana orang tua mereka? Kalau untuk membantu perekonomian keluarga yang memang miskin, saya salut pada mereka & saya mengaku kalah dari mereka!!!

Saya teringat pelajaran PPKn di sekolah dulu. Katanya orang miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab pemerintah. Lha kok orang miskin & anak terlantar masih banyak di negri ini, apa masih kurang tanggungjawab pemerintah atau pemerintah tidak bertanggung jawab?.

Setalah beberapa saat disana, akhirnya sempat juga berkenalan dengan mereka, salah satunya bernama Riky, mana yang cukup keren. Saya bertanya pada mereka apakah besok pagi2 mereka gak sekolah?. Merka bilang mereka tidak sekolah.

Saya makin bingung aja. Katanya di RAPBN dianggarkan 20% untuk biaya pendidikan, kok masih banyak yang gak sekolah. Demo guru & semua elemen untuk mewujudkan anggaran tersebut tidak pernah mempan, tetap aje anggarannya mampet. mungkin nanti kalau pemilu lagi harus ada tes mata & tes telinga bagi calon yang akan dipilih biar mereka bisa liat dan dengar keluhan dan penderitaan yang ada. Dalam pembukaan UUD yang dibuat 62 tahun yang lalu salah satu tujuan bangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi kok pendidikan masih mahal. Bagai mana bangsa bisa cerdas kalau mau sekolah aja susah & banyak yang terkesan di susah2kan.

Tapi walupun hak mereka belum terpenuhi, walaupun mereka harus nongkrong terus di perempatan, si Riky tetap bisa ceria dan bercanda bersama teman-temannya yang ada disana.

Kategori: Indonesia

kata untuk kemerdekaan

Agustus 1, 2007 · 23 Komentar

bendera lusuh

“lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita

bukan satu alasan untuk kita tinggalkan

banyaknya persoalan yang datang tak
kenal kasian

menyerang dalam gelap

kata diatas diambil dari lirik lagu iwan fals yang berjudul sumbang. Lagu tersebut memang sudah lama, tapi isi sayairnya masih menggambarkan keadaan kita sekarang.

Kita sudah 62 tahun merdeka. Tapi masih banyak yang lupa kalau kita telah merdeka selama itu. Dari 8 mahasiswa yang saya tanya hanya 2 mahasiswa yang tahu bahwa tanggal 17 agustus 2007 adalah HUT RI ke 62. Itu menunjukan kalau kita kurang perhatian pada bangsa kita sendiri. Apakah itu terjadi akibat warna bendera kita yang lusuh seperti yang dikatakan oleh iwan fals???

Saya memaklumi hal itu terjadi, mungkin karena persoalan disekitar kita yang memang membuat kita lupa diamana kita berada. Ada sebagian dari kita yang menganggap belum merdeka karena kemerdekaan yang merupakan hak segala bangsa seperti yang ditulis dalam pembukaan UUD belum sepenuhnya tercapai. Kita masih dijajah dalam segi ekonomi dan itu masih benar-benar terasa sampai saat ini. Kita masih dijajah dalam segi teknologi.

Kita harus menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat dan itulah cita-cita kita sejak lama. Dan kapan kita bisa bersama mewujudkannya?

Kategori: Indonesia · conan dole's word

Stop rasisme sekarang juga

Juli 20, 2007 · 12 Komentar

Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur yang lainnya. Beberapa penulis menggunakan istilah rasisme untuk merujuk pada preferensi terhadap kelompok etnis tertentu sendiri (etnosentrisme), ketakutan terhadap orang asing (xenofobia), penolakan terhadap hubungan antarras (miscegenation), dan generalisasi terhadap suatu kelompok orang tertentu (stereotipe) (wikipedia).

Rasisme telah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosida. Politisi sering menggunakan isu rasial untuk memenangkan suara. Istilah rasis telah digunakan dengan konotasi buruk paling tidak sejak 1940-an, dan identifikasi suatu kelompok atau orang sebagai rasis sering bersifat kontroversial.

Indonesia yang memiliki suku, bengasa, ras yang bermacam-macam  dan memiliki ciri yang berbeda-beda sangat rawan sikap rasisme. Saya sering melihat banyaknya ejekan atau olokan terhadap kuku lain oleh suku yang lain pula hanya karena beda bahasa, beda agama, dan beda ciri fisik. Sikap tersebut seharusnya tidak perlu ada mengingat kita telah bersumpah untuk satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

Sikap rasis yang kita tunjukan secara tidak langsung maupun tidak langsung akan dapat merusak persatuan dan tali persaudaraan yang kita jalin. Ego yang merasa diri atau kelompok lebih baik dari yang lain merupakan kangker yang harus dibunuh dalam pikiran kita.

Saya setuju dengan kata-kata Aa Gim bahwa “perbedaan itu seharusnya tidak menjadikan kita bertikai atau bermusukan melainkan dapat memperkokok bangsa ini”. kiat harus bangga bahwa bangsa ini adalah bangsa yang heterogen dan kita juga harus menjunjung tinggi bhineka tunggal ika. Kita semua memang berbeda, TAPI KITA TETAP SATU.

Kategori: Indonesia · conan dole's word

Agroindustri Masa Depan Kita Semua

Juli 17, 2007 · 1 Komentar

Krisis ekonomi yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini telah menyebabkan kemiskinan makin kuat mencengkeram hidup masyarakat kecil di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa masyarakat miskin tahun 2006 ini menurun ada pula yang mengatakan makin meningkat. Terlepas dari itu semua kita harus sadar bahwa salah satu penyebab utama timbulnya kemiskinan adalah banyaknya angka pengangguran akibat kurangnya lapangan kerja yang tersedia.

Untuk itu agroindustri dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Agroindustri merupakan industri yang mengolah bahan baku hasil pertanian menjadi barang yang mempunyai nilai tambah yang dapat di konsumsi oleh masyarakat. Berbeda dengan industri lain, agroindustri tidak harus mengimpor sebagian besar bahan bakunya dari luar negeri melainkan telah tersedia banyak di dalam negeri. Dengan mengembangkan agroindustri secara tidak langsung kita telah membantu meningkatkan perekonomian para petani sebagai penyedia bahan baku untuk industri. Ingat bangsa Indonesia adalah bangsa agraris dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, untuk itu industri yang paling potensial dikembangkan adalah industri pertanian karena mencakup hidup masyarakat Indonesia itu sendiri bukan industri lain yang sebagian besar bahan bakunya diimpor dari luar negri.

Pada tahun 2004 ada sekitar tiga juta unit IKM (industri kecil menengah) yang mampu menyerap lebih dari 12 juta tenaga kerja. Sedangkan industri besar hanya 7.000 unit usaha. Kendati demikian dari kontribusi ekspor non migas nasional, IKM baru menyumbang devisa sekitar 10 persen dari total non migas per tahun (media Indonesia). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa apabila agroindustri dapat dikembangkan terus-menerus maka jumlah pengangguran akan terus turun dan akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Dari sektor pemerintah, Departemen Perindustrian (Deprind) akan memfokuskan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor agro atau industri yang berbasis hasil pertanian, karena memiliki potensi yang paling besar dan mudah untuk dikembangkan di seluruh Indonesia. Sektor agroindustri memiliki wahana yang bagus karena produksi pertanian tersebar di seluruh Indonesia , selain itu IKM agro juga labour intensive (padat karya) dan sudah familiar (dikenal) karena Indonesia merupakan negara agraris.

SDA yang dimiliki bangsa kita belum cukup untuk mengembangkan agroindustri tanpa diimbangi dengan SDM yang berkualitas. Untuk itu kita sebagai denerasi muda harus optimis dengan kompetensi yang kita miliki dan bekerja keras untuk mengintegrasikan ilmu yang kita dapatkan sehingga memiliki rancangan inovasi yang lebih kreatif sebagaimana merancang agroindustri ke depan sebagai basis peningkatan taraf hidup masyarakat kecil dan  peningkatan perekonomian Negara

Kategori: Indonesia

Industri Ideal Untuk Indonesia

Juli 12, 2007 · 7 Komentar

Kita sering mendengar dan memang kenyataannya bahwa Indonesia merupakan negara agraris. Lebih dari separuh penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani baik langsung maupun tidak langsung. Wacana yang berkembang sekarang adalah bagai mana menjadikan Indonesia menjadi negara industri untuk meningkatkan taraf hidup yang katanya biar menjadi seperti negara maju.

Ok lah..kalau Indonesia mau jadi negara industri, semua pasti akan mendukung tetapi masalahnya industri apakah yang cocok untuk bangsa kita. Kita pernah punya industri pesawat terbang, dan hasil pesatnya pernah dinamai tetuko. Salah satu prestasi yang membanggakan memang, tetapi pesawat buatan Indonesia malah diganti (ditukar) dengan beras negara tetangga. Banyak industri di Indonesia yang bahan bakunya dari luar negri gulung tikar akibat krisis ekonomi dan salah satunya industri pesawat terbang tadi.

Untuk menjadi negara industri kita harus tau dulu profil negara kita agar tidak salah dalam mengambi langkah. Negara kita merupakan negara agraris untuk itu industri yang cocok untuk dikembangkan untuk kemajuan bangsa yaitu agroindustri. Agroindustri dapat berkembang di Negara kita karena bahan baku yang ada tidak perlu atau tidak banyak yang diimpor. Terbukti bahwa usaha kecil dan menengah yang berbasis agroindustri tidak gulung tikar saat krisis melanda Indonesia dimana saat itu ekonomi bangsa kita sedang terguncang. kenapa demikian??karena agroindustri, bahan bakunya didapat didalam negri dengan mudah dan tidak terlalu tergantung oleh naik turunnya nilai uang kita.

Mengembangkan agroindustri sama saja dengan mengembangkan potensi bangsa ini. Petani juga akan terbantu dengan adanya pengembangan sektor industri ini. Hasil pertanian akan teroptimalkan sehingga mempunyai nilai yang lebih dan petani yang merupakan penghasil bahan baku akan lebih produktif dengan adanya ransangan sektor agroindustri. Pengembangan agroindustri tidak harus dengan membuat industri yang skala besar, malah yang lebih penting adalah mengembangkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah yang bergasis agroindustri karena usaha tersebutlah yang banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia ini dan menjadi salah satu basis ekonomi masyarakat.

Mari, dukung bangsa ini menjadi bangsa yang maju, mandiri dan bermartabat jangan hanya tergantung dengan “suntikan” dari negara lain. Kembangkan potensi dalam negri untuk kemakruran bersama.

Kategori: Indonesia