Begitu maraknya perang tarif antara operator seluler saat ini dan membuat saya sebagai konsumen bingung antara bingung memilih yang benar atau memilih yang murah binggung apa kah ini serius?. Artikel ini hanya merupakan opini dari konsumen yang merasa resah dengan adanya perang tarif.
Pada semua industri apakah manufaktur atau industri jasa pasti menitik beratkan mada fungsi operasi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen baik itu dalam hal mutu, harga, kecepatan pelayanan atau hal lain yang berhubungan dengan peningkatan service level.
Mari kita mengkaji tentang perang tarif yang terjadi saat ini. perang tarif sesuai dengan yang saya amati (kalo gak setuju silahkan komen
) merupakan usaha bagi para operator seluler untuk mencari konsumen sebanyak-banyaknya dengan menurunkan tarif bicara atau bonus2 lain sampai pada yang paling ekstrim adalah telpon sepuasnya.
Hal yang perlu dipertanyakan :
1. Bila terjadi penurunan harga, pasti ada efisiensi atau pengorbanan terten tu yang dilakukan, apa itu?
2. Apakah mencari konsumen sebanyak-banyaknya merupakan tujuan utama ataukah loyalitas konsumen menjadi hal utama?
untuk no 1 :
dari hasil analisa saya, selain adanya efisiensi cost yang dilakukan untuk memurahkan harga, pelaku usaha juga menurunkan mutu pelayanan atau mutu produknya. Hal ini bisa dirasakan sendiri bila anda menggunakan produk tersebut dimana pelayanan atau kualitas berubah dari biasanya, biasanya telponnya lancar sekarang agak sendat-sendat, biasanya signalnya bagus sekarang jadi rusak dan masih banyak lagi dan hal tersebut membuat cost konsumen terjarah sangat banyak.
untuk no 2 :
Jelas bahwa kalau industri tersebut berorientasi jangka pendek maka tujuan utama adalah konsumen sebanyak-banyaknya tapi kalau orientasi jangka panjang pasti orientasi loyalitas konsumen. Tapi apakah operator seluler itu jangka pendek, mungkin iya mungkin tidak. Jika harga rendah dan mutu bagus mungkin akan disukai konsumen. Tapi apakah harga rendah yang ada sekarang bermutu bagus?
Jika konsumen terus dipermainkan karena adanya perang harga yang terus-menerus maka lama2 konsumen juga akan muak dan merugikan kedua belah pihak.
Kami menyambut baik adanya rencama penyamaan tarif oleh pemerintah. Kami berharap pemerintah menjadi regulator yang baik dan bisa melihat sisi optimal untuk kemanfaatan produsen maupun konsumen.
7 tanggapan so far ↓
ashardi // April 17, 2008 pada 12:32 pm
tarif murah tidak berbanding lurus dengan service yang diberikan oleh operator…
sucks…
ardianzzz // April 17, 2008 pada 1:15 pm
nggak kuliah ang? praktikum limbah nggak? punya referensi uji karbon nggak? kalo punya minta! tolong kerjakan juga laporanku yo..
Black_Claw // April 17, 2008 pada 11:30 pm
Untung saya pakek telkomsel.
shavaat // April 18, 2008 pada 1:18 am
@Black: Brarti ente salah satu pelanggan yg loyal, Blek,,
ndelon // April 18, 2008 pada 1:36 pm
iya aku setuju dengan pendapat ini, Semakin murah justru semakin susah telepon, jaringan jadi sibuk terus. terutama kalau malam. Mau lihat pulsa aja ga bisa.
conandole // April 29, 2008 pada 3:00 pm
@ ashrdi : betul sekali
@ ardianzzz : wah bos aq ga pnya dasar teorinya
@blek : tapi mahal juga blek….
@ndeon ; betul sekali pasti kartu anda yang jangkauan luas itu kan :-))
morinawa // Mei 2, 2008 pada 2:09 pm
fika pakek semua kartu yang diiklankan itu, jadi kalo pulsa satu abis ato eror ganti pake yang laennya. hehehehehehe
Tinggalkan Komentar