Dole’s words

Masukan dari Maret 2008

Ngayogyakarta Never Ending Asia

Maret 27, 2008 · & Komentar

Mengintip jogja dari hasil jepretan sederhana.

kala malam
Jogja kala malam
kraton
Keraton
monumen 11 maret
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan
musium.jpg
Benteng bagian dalam
BI
Bank Indonesia
Bank 46 & kantor pos

Kategori: Indonesia · fotografi · hot · jogja

persahabatan monyet

Maret 20, 2008 · & Komentar

persahabatan monyet

Kategori: Indonesia · fotografi · iseng-iseng aja

Mendung Indonesia

Maret 19, 2008 · & Komentar

tak pernah hilang

Mendung menyapa Indonesia sudah lama. Habis gelap terbit terang lalu gelap lagi itu sudah biasa. Mendung tidak hanya hinggap di atap ibu pertwi tapi juga bersemayam diraut muka penghuni rumah.

Gambar diatas merupakan kiasan alam dari Yang Maha Pencipta mendung bahwa itu adalah ironi dari langit betapa muramnya wajah yang indah dan kita mesti sadar mengung Indonesia takkan berlalu tanpa perjuangan dan kejujuran.

Kategori: Indonesia · fotografi · pemikiran

Tambora Vs Visuvius II

Maret 3, 2008 · & Komentar

Tahun 1815 dipulau Sumbawa, Indonesia, Gunung Tambora meletus memuntahkan batu 20 kali lebih banyak dari pada letusan gunung Visuvius tahun 79 SM. Abu dan batu super panas mengubur segalangya, termasuk kerajaan Tambora. Korban tewas 92.000 jiwa. Awan abu setinggi 43 KM yang tertiup angin meredupkan sinar matahari. Panen diseantero dunia pun gagal. Sebagian Sumbawa menjadi tak berpenghuni selama puluhan tahun. Kota tambora terlupakan hingga penduduk lokal hingga pada era 1970 an menemukan artefak di wilayah yang dibuka pembalak. Dengan gelombang radar yang menembus lapisan tanah, ahli vulkanologi Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island menemukan tiga rumah panggung di dalam lapisan abu sedalam 3 meter, tubuh manusia, serta benda yang menunjukan kekayaan yang mencengangkan, juga pot keramik yang masih utuh. (sumber: National Geographic Indonesia, edisi Maret 2008).

Menyambung dari pendapat pak Dahlan Abubakar tentang peringatan letusan Gunung Tambora, kalau menurut saya, peringatan apa lagi dengan hal yang aneh-aneh menurut saya tidak perlu, yang diperlukan hanyalah berdoa dan punya kesadaran terhadap lingkungan agar Tuhan tidak menurunkan bencana yang mengerikan seperti itu lagi, apa lagi tujuan peringatan itu adalah untuk komersial karena yang namanya musibah harus direnungkan mengapa itu terjadi.

Bila sifatnya komersial, yang dijual bukan peringatannya yang terpenting bagaimana menjadikan Tambora menjadi salah satu objek wisata yang memuat tentang keindahan alam, budaya, dan sejarah dan bagaimana menyampaikan sejarah yang terlupakan ini kepada bangsa Indonesia umumnya atau masyarakat Dompu-Bima khususnya karena sebenarnya sangat banyak dari orang-orang Dompu Bima yang tidak tahu bahwa Tambora pernah mengamuk dengan sangar.

Kategori: dompu