Analisa sistem, mata kuliah yang diambil disemester lima memberikan suatu pola pikir yang baru dan pola pikir tersebut sangat bermanfaat untuk menganalisa sesuatu ataupun dalam penganmbilan keputusan. Dalam analisa sistem kita diajarkan bagai mana berpikir secara sistem bukan secara parsial.
Pendekatan parsial biasanya memiliki kerangka berpikir bagaimana menyelesaikan masalah dengan melihat penyebab masalah tersebut dan tidak melihat suatu masalah secara sistem (secara keseluruhan dan menganalisa komponen yang ada). Pendekatan parsial biasanya sering dilakukan oleh orang-orang pemerintahan. Contohnya mereka sering membantu UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan memberikan modal usaha karena menurut mereka modal adalah masalah utama dalam UKM tapi mereka tidak pernah menganalisa semua pelaku yang ada.
Berbeda dengan kerangka berpikir sistem. Pendekatan sistem sering melihat sesuatu sebagai sistem dengan menganalisa komponen-komponen yang ada dalam sistem menganalisa kebutuhan setiap komponen dan menganalisa keterkaitan antara kebutuhan tersebut apakah saling mendukung atau berlawanan.
Seperti contoh UKM diatas, apabila melakukan dengan pendekatan sistem, yang terlebih dahulu kita melihat komponen yang ada dalam sistem UKM tersebut contohnya ada pengusaha, ada konsumen, ada bahan baku, ada pemerintah, pekerja, lembaga keuangn dll (intinya yang berpengaruh terhadap UKM). Dari pelaku tersebut dianalisa kebutuhannya dan keterkaitan antar kebutuhannya. Dari situ dapat dilihat bahwa biasanya UKM tidak hanya membutuhkan modal tetapi juga ketersediaan pasar, bahan baku dan lainya. Kalau hanya cuma modal tapi tanpa pasar dan bahan baku UKM tidak akan bisa berkembang.
Sekilas perbedaan pemikiran parsial dan pemikiran sistem seperti diatas. Tinggal bagai mana cara mengembangkannya dan memjadikannya panduan dalam pennyelesaian masalah.
5 tanggapan so far ↓
Black_Claw // Desember 18, 2007 pada 2:15 pm |
terus mengembangkannya?
Yari NK // Desember 19, 2007 pada 12:16 pm |
Pendekatan parsial biasanya dilakukan untuk menghemat dana dan waktu alias mencakup efesiensi walaupun tentu hasilnya tidak sebagus pendekatan sistemik atau mungkin pendekatan parsial dilakukan setelah mengetahui bahwa banyak variabel dari suatu sistem yg tidak (banyak) berubah walaupun kenyataannya mungkin ada satu dua yang sudah berubah.
conandole // Desember 19, 2007 pada 4:40 pm |
Black: pengembangannya setelah melakukan analisa kebutuhan trus buat lup sebab akibatnya trus lebih lanjut dapat disimulasikan dengan membuat software penyelesaian dengan variabel yang telah didapat………begitu kira2
mas yari :terimakasi tambahannya….
Black_Claw // Desember 19, 2007 pada 6:15 pm |
Adoh aang, tolong bahasa yang bisa dimenegerti sama anak yang tidak tamat sma macam saya…
b oe d // Februari 5, 2008 pada 2:38 pm |
Sekadar menambah,
Pendekatan sistem dan pendekatan parsial (reductionist) adalah dua pendekatan yg saling melengkapi.
Pendekatan sistem biasanya digunakan untuk melihat gambaran besarnya [helicopter view, the forest] sementara reductionist lebih digunakan untuk melihat detail operasionalnya [the trees].
Saat memadamkan kebakaran hutan, maka kita akan sibuk dengan cara pemadaman yg efisien, sibuk mencari sumber air, peralatan pemadaman, dll ~ reductionist. Namun, sewaktu-waktu kita juga perlu naik helikopter, melihat kebakaran tsb dalam gambaran besar, interaksi antara arah kebakaran dengan kemungkinan bahaya untuk penduduk secara umum, dst ~ helicopter view.
wassalam
boed | http://budihartono.wordpress.com/