Dole’s words

Masukan dari September 2007

parkir vip

September 25, 2007 · & Komentar

parkir vip

sekarang makin aneh aja. Diskriminasi makin meluas bahkan merambah sampai ke tempat parkir. Gambar diatas ane ambil disuatu tempat parkir di jogja.

Coba bayangkan, padahal tempat parkirnya sama dengan tempat parkir biasa. Ada diluar ruangan, kena panas, kena debu, bisa kena hujan tapi di klasifikasikan jadi tempat parkir VIP. apa bedanya dengan tempat parkir biasa?

Ane bingung, mungkin yang markir disitu bayarnya mahal kali ye..?atau mobilnya bagus2? atau karena bayarnya mahal jadi aman dari senggolan atau pencurian…? atau orang beli mobilnya sudah sekalian beli tempar parkirnya..?

 

atau jangan-jangan……!!!!! 

Kategori: iseng-iseng aja

kekuatan konsumen

September 25, 2007 · 1 Komentar

Kalau boleh dibilang, konsumen itu adalah pengendali ya…bisa juga disamakan dengan yerk tapi dalam hal yang berbeda. Yerk harus masuk ke otak manusia untuk menjadi pengendali tapi konsumen cukup mengendalikan dengan keinginan.

Coba kita tengok suatu sistem dalam industri. Industri merupakan suatu sistem yang mengelola input (bahan baku dsb) menjadi output dengan tahapan proses didalamnya. Mengapa mereka mengolah dan menghasilkan?ya..tentu saja karena konsumen. Sekarang konsumen telah dibidik oleh para produsen untuk menjadi pelanggan dan pelanggan adalah raja.

Semua aktivitas perusahaan pasti mengacu ke konsumen. Perancangan produk harus sesuai dengan keinginan konsumen, pemasaran harus sesuai pada segmen konsumen yang dituju, riset pasar dilakukan untuk mengamati perilaku atau keinginan konsumen, optimasi proses pasti demi untuk memenuhi keinginan konsumen dan kegiatan lainya pasti mengacu ke konsumen. Ya…walaupun begitu, perusahaan melakukan itu semua juga karena ingin dapat profit yang sebesar-besarnya. intinya pasti ada timbal balik antar keduanya.

Sebenarnya, kalau para konsumen ingin mem”bangkrutkan” perusahaan gampang. ya…jangan beli aja barangnya toh barang subtitusi atau pesaingnya sekarang banyak. Atau kalau dikecewakan dalam pelayanan, tinggal bilang aja ke teman2 yang lain..he..he…

Tentunya tidak segampang itu, karena antara perusahaan dan konsumen pasti ada simbiosis mutualismenya atau ada timbal baliknya. jadi intinya sebenarnya konsumen itu punya kekuatan dan punya hak untuk dilindungi dan dipuaskan :-)

Kategori: agroindustri

Negri Pemalas

September 22, 2007 · & Komentar

Negri yang sangat aneh, aneh sekali, aneh banget, ya…..kebangetan. di negri ini penduduknya malas-malas. Pokoknya malas sekeli dan sangat malas. Orang rajin di negri ini menjadi orang yang hina, menjadi bahan ejekan, bahan olokan, bahan cacian dan bahkan dianggap orang aneh. Penduduk negri ini malu menjadi orang yang rajin. Itulah negri pemelas. Kesibukannya hanya bermalas-malasan.

Di negri pemalas ini, orang rajin pasti menjadi bahan olokan dan ejekan. Rajin belajar dianggap sok pinter, rajin membaca katanya kutu buku, rajin beribadah dibilang berlagak alim, saling menasehati katanya banyak omong, rajin berpikir berpikir dibilang sok-sokan, rajin bertanya dianggap bodoh, rajin berpendapat katanya sok tau bahkan sok tai dan masih banyak lagi.

Anehnya lagi, dinegri pemalas ini, siapa yang paling halas sangat dihargai dan dihormati bahkan bisa jadi pemimpin para orang-orang malas lainya. Biasanya pemimpin yang malas akan malas mengurus orang lain, nah itulah yang diinginkan oleh para pemalas lainya karena pemalas sangat pantang untuk di urus.

Suatu hari, sang pemimpin mengetahui ada orang rajin di negri pemalas itu. Ia pun memerinahkan pada bala tentaranya yang malas-malas untuk menangkap orang rajin tersebut. Biasanya semakin malas bala tentara yang diutus semakin cepat orang rajin ditangkap karena orang yang sangat malas biasanya paling benci pada orang rajin sehingga kalau disuruh nagkap orang-orang rajin biasanya sangat bersemangat.

Setelah beberapa lama orang rajin pun tertangkap dan dibawa kehadapan sang pemipin untuk diinterogasi. Dengan nada yang keras dan penuh kebencian sang pemimpin bertanya “hei, baj***an. Kenapa kamu menjadi orang yang rajin, apa kau tak tahu kalau dinegri ini sifat rajin adalah sifat yang terhina dan tabu?”. Dengan tenang orang rajin tersebut menjawab “ maaf tuan, saya merasa, saya tidak melanggar peraturan. Malah saya sangat taat pada peraturan. Buktinya saya adalah salah seorang pemalas juga dan malah saya sangat malas. Sama seperti tuan-tuan sekalian.saya sangat malaaasssss sekali, malas bangettttt, dan sangat malas kalau disuruh bermalas-malasan”

Kategori: diri dan pikiran ku · iseng-iseng aja

Menuju Supply Chain Ideal Dengan Teknologi RFID

September 14, 2007 · & Komentar

Supply Chain Management (SCM) merupakan mata rantai dimana produk dari berbagai pemasok kemudian masuk ke  pabrik, grosir, distributor, sampai ketangan konsumen. Mata rantai tersebut pasti akan berkembang seiring berkembangnya teknologi untuk menuju supply chain ideal dengan tujuan akhir adalah meningkatkan kepuasan konsumen serta mendapatkan efisiensi dan profit yang tinggi. Gambaran dari suplly chain ideal adalah dimana produk-produk yang dijualnya selalu tersedia kapan saja konsumen membutuhkannya, dimana pada suatu toko atau perusahaan tidak akan ada barang yang kadaluarsa atau mustahil terdapat barang kadaluarsa, penguntilan barang mudah terdeteksi, penghitungan sistem inventaris cocok dengan hitungan inventaris barang secara fisik, proses bisnis dengan mitra dagang begitu akurat dan terotomatisasi, keberadaan, transparansi dan rantai pasok (supply chain) barang dibangun berdasarkan informasi supply dan demand secara real-time serta penghematan inventori yang besar. Atau dengan kata lain, supply chain ideal menyinkronkan aktivitas di sepanjang rantai pasok, mulai dari titik penjualan merunut ke belakang sampai penyediaan bahan mentah. Jika ini terjadi, terciptalah suatu demand driven and networked economy yang sempurna

 

Tantangan menuju Supply Chain ideal tidak akan terlepas dari penggunaan teknologi. Penyediaan fasilitas gudang dan pabrik serta aktivitas distribusi dan melakukan perkiran permintaan, pemesanan bahan baku, pengendalian persediaan, penjadwalan produksi dan fungsi-fungsi lain yang terkait dengan suplly chain pasti memerlukan teknologi agar bisa dilakukan dengan lebih baik

 

Salah satu teknologi yang berkembang untuk meningkatkan SCM adalah teknologi RFID (Radio Frequency identification) yang merupakan metode identifikasi dan komunikasi dengan ID menggunakan gelombang radio. Teknologi RFID bergantung pada transmisi data nirkabel melalui medan elektro magnetik. Jantung teknologi ini adalah perangkat yang dinamakan RFID tag: sebuah label identifikasi berisi chip yang dapat diprogram, dilengkapi dengan sebuah antena mini. RFID tag bisa dibaca dengan sebuah reader yang dikendalikan komputer tanpa harus membutuhkan direct line-of-sight seperti halnya pembaca barcode. Jangkauan reader ini bisa mencapai satu meter. Supaya informasi yang tersimpan di chip bisa dibaca, reader memancarkan medan frekuensi elektromagnetik yang diterima oleh antena mini di RFID tag. Melalui hubungan elektronis ini, data yang tersimpan bisa dibaca, diproses dan diedit. Tenaga chip terintegrasi ini dipasok melalui medan frekuensi radio yang dipancarkan oleh reader, sehingga RFID tidak membutuhkan sumber tenaga yang terpisah. sebuah tag RFID memiliki electronic product code (EPC) berisi identitas produk tersebut, mulai dari nomor seri, tanggal produksi, lokasi manufaktur, bahkan tanggal kadaluarsa. EPC adalah identifikasi produk generasi baru, mirip dengan UPC ( Universal Product Code ) atau barcode . Seperti halnya barcode , EPC terdiri dari angka-angka yang menunjukkan kode produsen, produk, versi dan nomor seri. Namun, EPC memiliki digit ekstra untuk mengidentifikasi item yang unik. Ukuran bit EPC yang mencapai 96-bit memungkinkannya secara unik mengidentifikasi lebih dari 268 juta produsen, masing-masing memiliki lebih dari satu juta jenis produk, sementara sisanya masih mencukupi untuk melabel seluruh produk individualnya. Informasi EPC inilah yang tersimpan di dalam chip RFID.  Dengan adanya RFID ini memungkinkan perusahaan melacak masing-masing barang secara individu sepanjang value chain, meningkatkan efisiensi masing-masing proses, memperbaiki utilisasi aset, meningkatkan akurasi forecast, dan meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam merespon perubahan kondisi supply dan demand. Berbeda dengan barcode yang digunakan sekarang. Barcode memang bisa menyediakan identifikasi suatu produk, namun tidak secara individu, dan masih membutuhkan intervensi manusua dalam pengambilan datanya

 

Contoh perusahaan yang telah mengimplementasikan RFID adalag GILETTE memberi label RFID pada setiap unit produk alat cukurnya, yang kemudian ditempatkan ke dalam rak pajang pintar (smart shelves). Alat pemindai yang ada di rak akan terus memantau jumlah produk yang dipajang, sehingga ketika jumlah produk tinggal sedikit, rak akan mengirim peringatan kepada petugas supermarket untuk segera mengisinya. Selain itu, beberapa produk kosmetik dan makanan juga diberi label RFID untuk memberikan data inventaris secara real time dan notifikasi ketika barang sudah kadaluarsa. Troli belanja pun tidak luput diberikan label RFID. Di pintu supermarket terpasang pemindai RFID, sehingga jumlah troli yang keluar masuk bisa terpantau manajer supermarket. Jika ada peningkatan lalu lintas troli, jumlah kasir yang dibuka pun bisa ditambah, sehingga mengurangi antrian di kasir

 

Banyak kalangan yang menaruh harapan terhadap teknologi RFID ini. Akan tetapi teknologi RFID ini bukan merupakan teknologi yang mudah untuk diimplementasikan karena banyak yang khawatir mengenai masalah biaya dan return of investment –nya karena tingginya biaya investasi yang akan dikelurkan dan juga masih dihadang masalah teknis seperti masih adanya masalah yang terkait dengan pembacaan tag RFID pada produk yang terbuat dari logam atau cair dengan tingkat pembacaan masih relatif rendah, serta masalah penempatan tag RFID dan reader untuk mendapatkan pembacaan data yang paling akurat. Untuk itu teknologi RFID ini perlu dilakukan pengembangan menuju kesempurnaan agar dapat menunjang kelangsungan SCM yang ideal dimasa yang akan datang

Referensi :     ebizzasia.com. Menghadapi Tantangan RFID
Dr. Ir Suhono Harso Supangkat, M.Sc. Hand out Penggunaan Teknologi
RFID pada Supply Chain

 

Kategori: agroindustri

Aku ingin membunuh dibulan suci

September 12, 2007 · & Komentar

ha..ha..ha..judulnya kejam banget..sampe ingin membunuh segala, dibulan suci lagi!!! bulan yang penuh rahmat dan ampunan, apa gak takut dosa??.

Mungkin terlalu sadis, tapi tak apalah toh yang dibunuh sangat bermanfaat untuk dibunuh.

Apa sih yang ingin dibunuh?kenapa sampai ada bunuh-bunuhan segala? emang penting!!!!……. nanti ditangkap polisi lho, masuk bui, makan nasi jagung, sayur mentah, & bisa dihukum mati lho….

Jawabannya…….

ya..kalau yang dibunuh manusia yang gak bersalah, memang bisa masuk bui bahkan bisa dihukum mati. Tetapi yang mau aku bunuh memang pantas di bunuh..itu menurut ku. Terserah ada tanggapan lain.

Masalahnya yang ingin aku bunuh di bulan suci ini adalah sifat yang masih melekat dan menjadi parasit pada diriku sendiri. Dengan niat memperbaiki diri aku ingin membunuh SIFAT MALAS dan NAFSU YANG TERLALU CINTA AKAN DUNIA cuma itu dulu target yang akan dibunuh sekarang. Bukian hanya target sekarang sih…tapi udah dari dulu dan mungkin menjadi target jangka panjang yang sangat tanjang, panjang sekali bahkan sampai mati.

Gara-gara sifat malas nafsu dunia ibadah ku tidak sempurna dan kadang terasa malas-malasan. Gara-gara sifat malas dan nafsu dunia ku, nilai semester kemarin jeblok (analisa sementara karena kebanyakan dosa dan sifat malas :-) ), Gara-gara sifat itu pula aku merasakan diriku jauh dari ketenangan dan ketentraman, dan karena sifat itu pula aku merasa diriku jauh dari Allah SWT.

Memang, musuh tadi sangat sulit atau super sulit atau sungguh..sungguh, sungguh…sungggguh sulit dibunuh. Tapi apa salahnya untuk dicoba dan menyusun strategi jitu di bulan yang penuh berkah ini……

semoga sukses……

Kategori: diri dan pikiran ku

kiasan apa yang cocok?

September 5, 2007 · & Komentar

kiasan apa yang cocok untuk foto dibawah ini…..?

depan jendela

Kategori: iseng-iseng aja